Bahaya Ibu Hamil Bekerja Lebih dari 40 Jam Per Minggu
Bahaya Ibu Hamil Bekerja Lebih dari 40 Jam Per Minggu
Kebanyakan ibu hamil, kini bekerja lebih dari jam kerja normal. Bahkan,
tak jarang dari mereka, saat perjalanan, berdiri terlalu lama dalam
kendaraan umum.
Dilansir dari laman What to Expect, sebuah studi menemukan
bahwa wanita hamil yang berdiri terlalu lama, dan bekerja lebih dari 40
jam per minggu, memberi dampak negatif pada perkembangan bayi.Peneliti mengobservasi data dari 4.600 wanita dan menemukan bahwa
wanita yang bekerja sebagai sales dan pengajar, yang mengharuskan
berdiri lama, melahirkan anak dengan proporsi kepala tiga persen lebih
kecil dibanding wanita yang bekerja di bidang lain.
Selain itu, wanita yang bekerja lebih dari 40 jam per minggu, lebih
rentan melahirkan anak dengan kepala lebih kecil dan berat badan lebih
rendah dibandingkan wanita yang bekerja lebih sedikit waktunya. Hal ini
tentunya berpengaruh pada perkembangan otak anak.
Tidak hanya pada anak, namun, pengaruh yang paling berdampak yaitu pada ibu. Di mana, dilansir dari laman The Bump, beberapa dampak buruk pada tubuh ibu, bisa langsung terlihat usai berdiri dalam jangka panjang.
"Beberapa wanita hamil yang berdiri dalam jangka panjang, terutama di
akhir semester, akan berdampak pada nyeri punggung, serta bengkak dan
rasa tidak nyaman di kakinya," ujar profesor Obgyn, Hilda Hutcherson, MD.Hilda menyarankan, kaki sudah mulai bengkak dan terasa tidak nyaman,
coba untuk duduk dengan kaki terjulur dan dielevasi.
Tidak hanya itu,
kebutuhan cairan sebanyak 10 gelas sehari juga harus dicukupi.Rekomendasi lainnya, yaitu menggunakan stocking dengan sifat kompresi
dan hindari duduk dengan menyilang kaki terlalu sering. Kemudian, untuk
lebih meredakan bengkak pada kaki, bisa tidur dengan posisi menghadap
ke kiri untuk menurunkan bengkak pada kaki. (asp)
Sumber : viva.co.id
