Ini Bahayanya Jika Anak Sering Dengar Cerita Horor
Photo :
Menceritakan kisah horor dapat membuat anak takut dan trauma yang berkepanjangan.
Dongeng merupakan suatu kegiatan interaktif yang biasa dilakukan orangtua kepada anaknya. Dalam mendongeng ada banyak hal yang bisa disampaikan kepada anak.
Dongeng merupakan suatu kegiatan interaktif yang biasa dilakukan orangtua kepada anaknya. Dalam mendongeng ada banyak hal yang bisa disampaikan kepada anak.
Meski begitu sebagai orangtua haruslah memahami berbagai cerita yang baik dan kurang menarik. Psikolog anak Lestari Diah mengungkapkan bahwa salah satu kesalahan orang tua adalah membacakan cerita yang berbau horor.
Kendati bercerita horor bisa saja untuk kebaikan buah hati, namun dia
yakin itu adalah salah. Menceritakan kisah horor dapat membuat anak
takut dan trauma yang berkepanjangan.
"Sebenarnya menceritakan
hal berbau horor kepada buah hati atau yang bersifat nakut-nakuti itu
salah banget. Itu akan memberikan trauma dan ketakutan kepada anak,"
ujar Diah kepada VIVA.co.id di Jakarta Pusat.
Dia
menuturkan bahwa menceritakan kisah horor bukan memberikan efek positif
melainkan negatif. Jika memang mau membuat anak menjadi nurut sebaiknya
mengganti katanya menjadi lebih halus.
Anak-anak yang mudah mengingat dan merekam perkataan orang tua dengan kisah horor akan menjadi lebih penakut. Untuk itu orangtua harus memerhatikan efek kedepannya bagi tumbuh kembang anak.
Anak-anak yang mudah mengingat dan merekam perkataan orang tua dengan kisah horor akan menjadi lebih penakut. Untuk itu orangtua harus memerhatikan efek kedepannya bagi tumbuh kembang anak.
"Horor itu sesuatu yang
imajinatif dan menimbulkan kesan menakutkan terhadap si anak. Sebaiknya
ceritanya lebih baik diplesetin sedikit menjadi lebih halus dan ringan
agar anak tidak memiliki sikap penakut," ucap Diah. (ren)
Sumber : viva.co.id
